Tikar dengan Sentuhan Karakter Indonesia

aIMG20220922172730
Dari kiri ke kanan: Juliana Rika (National Sales Executive PT Dharma Sumber Nusantara), Teguh Triono (Sustainability Engagement Head PT Dharma Satya Nusantara Tbk), Anita Boentarman (Desainer Interior), Eko Priharseno ((Desainer Interior),  dan Agam Riadi (Desainer Interior).  

Asrinesia.com – Moire adalah brand premium karpet yang selama ini memproduksi custom design carpet. Berada di satu perusahaan dengan Rug House, yang telah lebih dahulu dikenal public dengan keragaman produk karpet untuk menengah ke atas.

Hadir sebagai apresiasi terhadap finery, sophistication, dan juga sentuhan personal pada sebuah produk karpet, dari material berkualitas tinggi seperti wool, viscose, sutra, dan bambu. Hal tersebut untuk mewujudkan sensasi yang lebih lembut dan nyaman ketika karpet menyentuh kaki atau diraba.

Semua material berkualitas tinggi tersebut menjadi produk karpet dengan teknik hand-tufted yang bisa menghasilkan ketahanan produk yang cukup baik hingga bisa bertahan beberapa dekade.

Tidak hanya melalui pemilihan material, tetapi eksplorasi warna dan juga penentuan teknik yang tepat menjadi komitmen Moire untuk menemukan komposisi warna yang paling tepat dan menghadirkan desain karpet dengan pola, warna, dan tekstur yang sempurna.

 Untuk lebih mempertemukan beragam karakter dan identitas serta mencapai wujud akhir untuk kualitas hidup dan representasi cita rasa yang lebih baik, Moire dengan rugs terus melakukan eksplorasi desain. Kali ini Moire  berkolaborasi dengan Yunie Jie, desainer interior yang cukup ternama.

Kolaborasi yang berangkat dari kepedulian ini menginspirasi dan menghasilkan rancangan. Setelah melalui proses kolaborasi selama 7 bulan, Moire X Jie memilih 9 motif karpet ini untuk hadir dalam seri TIKAR. Proses krusial seperti pemilihan warna

benang yang tepat serta pengaplikasian teknik tufting dari benang viscose yang digunakan, menghasilkan warna-warna lokal dan netral.

Kolaborasi antara  Moire dan Yuni Jie,  juga berkaitan dengan program One Fine Sky. “Sebagian dari keuntungan nantinya akan diberikan untuk membeli baju seragam sekolah bagi anak-anak di Flores Timur dalam jejaring keluarga penganyam yang dibina oleh Du Anyam,” papar Tama Florentina; Creative Director Moire Rugs.

Tikar menjadi pilihan Yuni Jie untuk didesain. Menurutnya, tikar secara budaya merupakan alas lantai yang mirip dengan fungsi sebuah karpet. Dalam beragam suku bangsa di Indonesia, tikar hadir dengan memanfaatkan beragam material dan juga bermacam-macam motif. Bambu, daun pandan, daun kelapa, dan beragam bahan natural berhasil diolah oleh masyarakat tradisional di Indonesia menjadi alas lantai, tikar.

“Tikar dirancang untuk memberi nafas Indonesia pada tatanan interior sebuah ruangan. Karena sifatnya yang bersatile dan netral, maka mudah dipadupadankan dengan gaya interior apapun,” tutur Yuni Jie.

“Soul utamanya adalah ekspresi anyaman yang subtle dan understated, sehingga menentukan warna, tekstur, dan membangun kesan 3D yang diharapkan jadi fase krusial yang sangat penting,” jelas Yuni Jie.

Gaya dan pendekatan desain Yuni Jie dikenal selalu merefleksikan intepretasi modern dan kontemporer serta memancarkan kesan elegan yang understated. Eksplorasi kreatif Yuni sangat luas, dari desain interior hingga menulis, melukis, dan juga baking

“Ekspresi dalam koleksi ini cukup netral dan tetap terlihat elegan untuk bisa masuk ke dalam beragam tatanan interior berbagai gaya. Moire sangat puas dengan kolaborasi yang tidak hanya memungkinkan kami memproduksi karpet berkualitas karya desainer ternama, tetapi juga bisa menjadi wujud kepedulian dan aksi sosial kami,” papar Tama Florentina; Creative Director Moire Rugs.