Intiland Bukukan Pendapatan Usaha

spazio

Asrinesia.com – Pengembang properti PT Intiland Development Tbk, melaporkan hasil pencapaian kinerja keuangan tahun 2020. Di tengah tekanan dan penurunan pasar properti akibat pandemi Covid-19, Perseroan cukup berhasil dalam menjaga dan mempertahankan kinerja usaha sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang berakhir 31 Desember 2020, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,89 triliun. Jumlah tersebut naik Rp154,3 miliar atau 5,3 persen dibandingkan pencapaian tahun 2019 sebesar Rp2,74 triliun.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menuturkan kenaikan pendapatan usaha tahun 2020 didorong oleh peningkatan pengakuan penjualan dari segmen pengembangan mixed-use and high rise yang telah selesai masa pembangunannya. Perseroan saat ini memiliki sejumlah portofolio proyek mixed-use and high rise yang berlokasi di sejumlah wilayah, meliputi Jakarta, Tangerang, dan Surabaya.

“Kenaikan pendapatan usaha antara lain dipicu adanya pengakuan penjualan dari pengembangan proyek mixed-use and high rise yang telah selesai pembangunannya, seperti kondominium Graha Golf dan The Rosebay di Surabaya serta penjualan unit-unit stok di sejumlah proyek apartemen seperti 1Park Avenue” kata Archied melalui keterangan tertulis.

Archied menjelaskan pendapatan pengembangan (development income) masih memberikan kontribusi terbesar.

Kontributor berikutnya berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan sebesar Rp432,8 miliar atau 14,9 persen dari keseluruhan. Pendapatan dari segmen ini mengalami penurunan lebih dari separonya dibandingkan perolehan tahun 2019.

Segmen pengembangan kawasan industri menyumbang sebesar Rp36,7 miliar atau 1,3 persen. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang masih memberikan kontribusi senilai Rp63,4 miliar.

Archived menjelaskan segmen pengembangan perumahan, kawasan industri, dan pendapatan berulang secara rata-rata mengalami penurunan di tahun lalu. Pandemi Covid-19 secara langsung

menciptakan tekanan terhadap kinerja penjualan Perseroan, seiring dengan keputusan konsumen untuk menunda dulu pembelian produk properti.

Ditinjau dari lokasinya, menurut Archied, penjualan yang berasal dari pengembangan proyek-proyek di Surabaya tercatat memberikan kontribusi Rp167 miliar atau sekitar 54 persen. Berikutnya berasal dari penjualan proyek-proyek di Jakarta sebesar Rp143 miliar atau 46 persen dari keseluruhan.

Archied menjelaskan bahwa penjualan dari segmen perumahan rata-rata mengalami peningkatan dalam tiga bulan pertama tahun ini. Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan unit-unit rumah di perumahan Graha Natura dan Graha Famili Surabaya, Serenia Hills dan South Grove di Jakarta Selatan, serta Talaga Bestari di Tangerang.

“Kami menargetkan marketing sales tahun ini sebesar Rp2 triliun dengan fokus utama berasal dari penjualan segmen perumahan dan high-rise,” kata Archied.

Perseroan tahun ini akan lebih fokus pada penjualan inventori atau stok unit di sejumlah proyek perumahan dan apartemen. Namun demikian, Perseroan juga tetap melihat ceruk dan potensi pasar untuk peluncuran proyek-proyek baru dengan mempertimbangkan faktor risiko secara hati-hati.